30 YEARS REUNION - 14 March 2009 (new date)
A group of friends reminiscing about the good ol' days of high school
Posted by
Maya
at
7:40 PM
0
comments
Labels: reunion
Posted by
Habibah
at
12:56 PM
0
comments
Posted by
Maya
at
11:31 PM
0
comments
Labels: reunion


Will have to wait another year for my next marathon of Hari Raya weepy dramas and horror movies fix.....ehhh, lama jua tu ah!!
Posted by
Habibah
at
7:57 PM
0
comments
Labels: Hari Raya, Malay movies
Airmata Syawal – Siti Nurhaliza (Datuk to you!)
Sayu… hati ini makin sayup
Rindu… terkenangkan desa permai
Wajah ayah bonda bermain di mata
Mengajak ku pulang ke desa
Di hari bahagia hari raya
Lama kutunggu
Bertemu di pagi mulia
Namun tidak kesampaian
Airmata jatuh berlinangan
Kuingin berulang manisnya bersama
Menyambut hari bahgia
Jarak memisahkan rindu pertemuan
Bilakah hasrat jadi nyata
Duhai ayah bonda ampunkan anakanda
Tak dapat beraya bersama
Jauh dari mata dekat dalam jiwa
Teguh kasihku tidak berubah
Musafir Di Aidil Fitri – S. Jibeng
Gema takbir di subuh hari
Menjelang sudah aidil fitri
Tapi hamba musafir diri
Ke sana sini membawa diri
Ayah ibu lamalah pergi
Pergi menyahut seruan Illahi
Tinggal hamba seorang diri
Tiada siapa ingin hampiri
( korus )
Oh Tuhan Yang Maha Kaya
Hamba menangis di pagi raya
Aidil fitri hari bahgia
Tapi hamba dilanda derita
Pusara ayah dan juga ibu
Di pagi bahgia hamba kunjungi
Dengarlah ini ratapan anakmu
Hamba musafir di aidil fitri
Suara Takbir – P. Ramlee (who doesn’t know this??)
Dengar beduk berbunyi
Sayup bergema di subuh sunyi
Memanggil kepada muslimin
Segera berbakti kepada Illahi
Suara azan menyahut
Terdengar sayup memecah sunyi
Memohon restu dengan bakti
Kepada Illahi Tuhan Maha Suci
( korus )
Terdengar suara takbir
Memuji nama Illahi
Rasa dalam kalbu
Tenteram dan aman selalu
Kini tiba masanya
Hati gembira di Hari Raya
Bertemu sanak dan saudara
Bermaaf-maafan dengan keikhlasan
Dari Jauh Kupohon Maaf - Sudirman
Dalam dingin subuh hatiku terusik
Kenang nasib diri di rantauan
Bergema takbir raya menitis air mata
Terbayang suasana permai desa
Rindu hati ini inginku kembali
Pada ayah bonda dan saudara
Tetapi aku harus mencari rezeki
Membela nasib kita bersama
(chorus)
Hanya ku sampaikan doa dan kiriman tulus ikhlas
Dari jauh kupohonkan ampun maaf
Jangan sedih pagi ini tak dapat kita bersama
Meraikan aidil fitri yang mulia
Restu ayah bonda kuharap selalu
Hingga aku pulang kepadamu
(ulang chorus)
Restu ayah bonda kuharap selalu
Demi anakmu yang kini jauh
**************
And now….my personal favourite, it’s so infectious, try not to sing this one below when the music comes on!
Satu Hari di Hari Raya – M. Nasir
Satu hari di Hari Raya
Ku lihat cahaya bersinar indah
Langit cemerlang tak terkira
Tanda kuasa yang Maha Esa
Memberi nikmat pada manusia
Satu hari di Hari Raya
Ku dengar irama yang sungguh indah
Ku coba mendekati padanya
Kira irama itu adalah
Suara pujian pada yang Esa
Satu hari di Hari Raya
Aku menangis tanda gembira
Aku menangis tanda ku cinta kepadaNya
Satu hari di Hari Raya
Ku lihat wajah suci ibuku
Ku lihat wajah kasih ayahku
Ku gembira
Mungkin inilah dia kebahagiaan
*******************************************************************************
Selamat Hari Raya Aidilfitri, my loved ones. Maaf zahir & batin. Peace.
Posted by
Maya
at
7:15 PM
0
comments
Labels: Hari Raya
The following message was sent to me a long time ago by a friend. I saved it in my file so that I can go back to it every time I feel upset and down, and the words generally help calm and soothe my nerves.
Posted by
Habibah
at
11:57 PM
0
comments
Labels: prophet Muhammad pbuh, women
Apparently not! A friend sent me this and I couldn't help laughing. I guess this is one of the consequences for us Bruneians not speaking Malay properly. The widespread use of Eng-Layu (mixed Malay & English) in our day-to-day conversations has apparently led to adverts like the one above. Well, at least it's one of the reasons. It's caught on with the non-Bruneians! I may be wrong, but I suspect the advert was designed and written by an Indian currently residing and working in our country. He (or she) clearly would not have passed the primary PSR Bahasa Melayu exam, or English for that matter; however, I personally think despite the mistakes made, we can safely give the advert writer "A++" for effort. An attention-grabbing advert surely!
Posted by
Habibah
at
11:18 AM
4
comments
Labels: funny adverts